<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog na War_Tech...</title>
	<atom:link href="http://newbie2571.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://newbie2571.wordpress.com</link>
	<description>Less Talk More Rock !!!!!!!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2008 09:22:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='newbie2571.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog na War_Tech...</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://newbie2571.wordpress.com/osd.xml" title="Blog na War_Tech..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://newbie2571.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Routing</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/02/routing/</link>
		<comments>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/02/routing/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 01:16:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newbie2571</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newbie2571.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Waktu pertama kali mendengar kata router, saya sangat bingung, terlebih lagi saat membedakan router dengan switch, memang bedanya apa ya ? Akhirnya setelah mencari-cari tahu saya mendapatkan pengertiannya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=125&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu pertama kali mendengar kata router, saya sangat bingung, terlebih lagi saat membedakan router dengan switch, memang bedanya apa ya ? Akhirnya setelah mencari-cari tahu saya mendapatkan pengertiannya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.<span id="more-125"></span><br />
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan ketiga (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Sedangkan pengertian switch sendiri ialah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.</p>
<p>Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).</p>
<p>Analogi Router dan Switch<br />
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.<br />
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.<br />
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.<br />
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:<br />
    * static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.<br />
    * dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.</p>
<p>Ternyata kalau cara kerja, si router ini mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.<br />
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan ? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newbie2571.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newbie2571.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=125&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/02/routing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca0ae3160e37997c5d22d7664230433?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">newbie2571</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Physics Processing Unit (PPU)</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/physics-processing-unit-ppu/</link>
		<comments>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/physics-processing-unit-ppu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 20:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newbie2571</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newbie2571.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi semakin maju. Demikian pula untuk GAME, Grafik game sekarang sudah hampir realistis. Dan gameplaynya juga semakin menarik. Namun bila anda perhatikan baik &#8211; baik terkadang ada kejanggalan seperti gerak antar tokoh yang seperti hendak bertabrakan atau kejadian seperti pengulangan dari kejadian &#8211; kejadian sebelumnya sehingga mengurangi efek realistis dari game tersebut. Hal ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=117&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi semakin maju. Demikian pula untuk GAME, Grafik<br />
game sekarang sudah hampir realistis. Dan gameplaynya juga semakin<br />
menarik. Namun bila anda perhatikan baik &#8211; baik terkadang ada<br />
kejanggalan seperti gerak antar tokoh yang seperti hendak bertabrakan<br />
atau kejadian seperti pengulangan dari kejadian &#8211; kejadian sebelumnya<br />
sehingga mengurangi efek realistis dari game tersebut. Hal ini<br />
dikarenakan tidak adanya efek physics.<br />
<span id="more-117"></span><br />
Physics<br />
Kata Physics atau fisika (dalam bahasa Indonesia) berarti perilaku<br />
benda. Di dunia game kata physic juga dapat diartikan perilaku obyek<br />
dalam game bisa sesuai dengan gerak fisika didunia nyata. Setiap hari<br />
kita mengalami hukum fisika. Sebagai contoh bila suatu bola tenis<br />
membentur tembok maka bola itu dapat memantul kembali. Namun didunia<br />
game hal tersebut tidak bisa diaplikasikan dengan mudah karena banyak<br />
variabel yang dihitung seperti kita harus mengkalkulasi berat bola,<br />
kelenturan bola, sampai karakteristik tembok. Dan itu baru satu<br />
kejadian, coba bayangkan jika kalkulasi dalam game yang melibatkan<br />
ribuan atau mungkin jutaan kejadian. Tapi itu bisa diatasi dengan game<br />
engine yang berbasis alogaritma fisika. Game engine adalah software yang<br />
bertindak sebagai mesin yang memproses game. Didalamnya ada kumpulan<br />
script yang memudahkan proses render atau perhitungan &#8211; perhitungan<br />
lainnya. jadi developer game tinggal memasukkan variabel &#8211; variabel yang<br />
diinginkan seperti kecepatan bola, kelenturan bola dan karakteristik<br />
tembok sehingga nantinya game engine ini akan memproses dan menampilkan<br />
hasil perhitungan. Dengan cara ini developer game tidak perlu<br />
dipusingkan dengan kerumitan perhitungan gerak fisika. </p>
<p>Masalah Alogaritma Fisika<br />
Namun jika game engine sudah dibuat siapa yang akan memprosesnya secara<br />
hardware ? Perhitungan fisika biasanya diproses oleh prosesor. Tapi<br />
jika prosesor disuruh untuk menghitung perhitungan fisika dengan<br />
tingkat kerumitan yang tinggi di sepanjang game maka prosesor paling<br />
cepat pun tak sanggup. Maka dari itulah biasanya developer game jarang<br />
menggunakan alogaritma fisika. Kalaupun ada yang menggunakan alogaritma<br />
fisika biasanya tidak terlalu banyak sehingga prosesor masih bisa<br />
memprosesnya. Tentu saja hal ini mengakibatkan efek realistis menjadi<br />
berkurang. Sampai Ageia (sebuah perusahaan kecil di Toronto) menawarkan<br />
konsep yang revolusioner.</p>
<p>Solusi Ageia<br />
Ageia menawarkan solusi yang menarik untuk mengatasi masalah perhitungan<br />
alogaritma fisika. Solusinya adalah membuat sebuah Physics Prosesor yang<br />
diberi nama PPU (Physics Processing Unit). Dahulu prosesor sangat lambat<br />
dalam merender game 3D secara real-time sehingga GPU (Graphics<br />
Processing Unit) dibuat untuk mengatasi masalah ini. PPU (Physics<br />
Processing Unit) mengikuti jejak yang sama. Jadi PPU (Physics Processing<br />
Unit) akan memproses perhitungan fisika secara real time yang sulit<br />
diproses oleh prosesor. Kombinasi dari prosesor, GPU dan PPU akan<br />
menciptkan pengalaman gaming yang luar biasa. Jadi Prosesor nantinya<br />
akan berfungsi sebagai pengatur sedangkan GPU akan merender grafik dan<br />
PPU akan menghitung alogaritma fisika. Jika ini diterapkan maka kita<br />
akan mendapat suatu game yang sangat nyata dan bukan pengulangan gambar<br />
seperti yang sering kita lihat. Sebagai contoh kita bisa mematahkan<br />
batang pohon dan menggunakannya sebagai senjata. Tentunya hal ini<br />
berbeda dengan game sekarang. Dimana obyeknya terbatas pada<br />
prascriptnya. Sehingga kita tidak bisa secara leluasa memanfaatkan obyek<br />
tersebut.<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/physics-processing-unit-ppu/"><img src="http://img.youtube.com/vi/9GCZ1xRPMBI/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/physics-processing-unit-ppu/"><img src="http://img.youtube.com/vi/-k3vhSfbCfo/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newbie2571.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newbie2571.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=117&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/physics-processing-unit-ppu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca0ae3160e37997c5d22d7664230433?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">newbie2571</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Parameter Kernel</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/parameter-kernel/</link>
		<comments>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/parameter-kernel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 19:36:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newbie2571</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newbie2571.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Kernel Linux memiliki beberapa parameter yang mempengaruhi kinerja Kernel tersebut. Bahkan kinerja sistem bisa sangat berbeda dari kondisi default. Itulah hebatnya Kernel Linux bisa dikonfigurasi sedemikian rupa. Dan dengan mengetahui fungsi &#8211; fungsi parameter Kernel kita bisa mengatur Kernel agar kita mendapatkan kinerja sistem dengan sesuai kebutuhan kita. Berikut adalah contoh &#8211; contoh parameter Kernel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=115&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kernel Linux memiliki beberapa parameter yang mempengaruhi kinerja<br />
Kernel tersebut. Bahkan kinerja sistem bisa sangat berbeda dari kondisi<br />
default. Itulah hebatnya Kernel Linux bisa dikonfigurasi sedemikian<br />
rupa. Dan dengan mengetahui fungsi &#8211; fungsi parameter Kernel kita bisa<br />
mengatur Kernel agar kita mendapatkan kinerja sistem dengan sesuai<br />
kebutuhan kita. Berikut adalah contoh &#8211; contoh parameter Kernel dan<br />
penjelasannya.<br />
<span id="more-115"></span><br />
Parameter kernel dapat dilihat di file /boot/grub/menu.lst yaitu di<br />
baris kernel biasanya berisi parameter &#8211; parameter kernel yang digunakan<br />
untuk booting. Contoh :<br />
kernel       /boot/vmlinuz-2.6.24-16-generic root=/dev/hda2 ro<br />
Penjelasan :<br />
-Kernel yang digunakan adalah kernel versi 2.6.24 dan disimpan sebagai<br />
file /boot/vmlinuz-2.6.24-16-generic<br />
-Parameter kernel yang diberikan adalah<br />
+root=/dev/hda2<br />
Parameter root digunakan untuk menentukan root filesistem<br />
-ro<br />
Parameter ini berfungsi untuk memount filesistem dalam modus read-only</p>
<p>Atau kita bisa melihat parameter &#8211; parameter kernel di file<br />
/proc/cmdline. Contoh isi dari file /proc/cmdline :<br />
root=/dev/hda2 ro<br />
Bisa kita lihat bahwa isi file /proc/cmdline sama dengan parameter -<br />
parameter kernel di file /boot/grub/menu.lst</p>
<p>Parameter &#8211; Parameter Kernel<br />
Beberapa parameter yang sering digunakan pengguna adalah :<br />
-acpi<br />
Parameter ini digunakan untuk mengatur ACPI (Advanced Configuration dan<br />
Power Interface). Format penulisan parameter ini adalah<br />
acpi=<br />
Format dapat diisi dengan :<br />
+force =&gt; enable acpi<br />
+off =&gt; disable acpi<br />
+noirq =&gt; tidak menggunak acpi untuk IRQ Routing<br />
+ht =&gt; menjalankan acpi untuk modus HyperThreading<br />
+strict =&gt; agar acpi toleran terhadap platform yang kurang memenuhi<br />
standar acpi<br />
-ide<br />
Paramater ini berfungsi untuk mengatur IDE. Parameter ini diberikan<br />
dalam format :<br />
idex=<br />
anda bisa mengganti x dengan 0 sampai 3 tergantung sistem anda, Contoh :<br />
ide1<br />
hdx=<br />
anda bisa mengganti x dengan a sampai h tergantung sistem anda, Contoh :<br />
hda<br />
Contoh parameter IDE :<br />
-hdx=noprobe =&gt; Tidak melakukan probing walaupun drive mungkin tersedia<br />
-hdx=none =&gt; Drive tidak tersedia, abaikan CMOS dan jangan melakukan<br />
probing<br />
-hdx=cdrom =&gt; Drive tersedia dan merupakan CDROM<br />
hdx=cyl,head,sect =&gt; Menentukan spesifikasi geometry tertentu<br />
idebus=xx =&gt; Memberitahu PCI bus speed<br />
idex=noprobe +&gt; Melarang akses / penggunaan interface ini<br />
idex=dma =&gt; Menggunakan DMA jika device mendukungnya<br />
idex=nodma =&gt; Mendisable DMA<br />
-init<br />
Parameter ini berfungsi untuk menentukan path binary init<br />
(default/sbin/init). Format parameter ini adalah :<br />
init=<br />
FORMAT bisa berupa full path ke lokasi init yang diinginkan<br />
-initrd<br />
Parameter ini berfungsi untuk menentukan lokasi dari initial ramdisk.<br />
Format parameter ini adalah :<br />
intird=<br />
FORMAT bisa diisi dengan full path lokasi image initrd<br />
-loglevel<br />
Parameter ini berfungsi untuk mengatur loglevel. Format parameter ini<br />
adalah :<br />
loglevel=<br />
FORMAT dapat diisi dengan<br />
+0 (KERN_EMERG) =&gt; Sistem tidak dapat dipergunakan<br />
+1 (KERN_ALERT) =&gt; Dilakukan secepatnya<br />
+2 (KERN_CRIT) =&gt; Dalam kondisi kritis<br />
+3 (KERN_ERR) =&gt; Dalam kondisi error<br />
+4 (KERN_WARNING) =&gt; Dalam kondisi warning<br />
+5 (KERN_NOTICE) =&gt; Normal tapi signifikan<br />
+6 (KERN_INFO) =&gt; Informatif<br />
+7 (KERN_DEBUG) =&gt; Pada Level Debug<br />
-max_loop<br />
Parameter ini digunakan untuk menetukan jumlah loop device. Format<br />
parameter ini adalah :<br />
max_loop=<br />
FORMAT dapat diisi dengan angka 1 sampai 256 (tergantung dari jumlah<br />
loop device yang dikehendaki)<br />
-maxcpus<br />
Parameter ini digunakan untuk menentukan jumlah prosesor yang akan<br />
digunakan sistem. Format parameter ini adalah :<br />
maxcpus=<br />
FORMAT dapat diisi dengan angka<br />
-mem<br />
Paramater ini berfungsi untuk memaksa kernel menggunakan jumlah memory<br />
tertentu. Format parameter ini adalah :<br />
mem=<br />
FORMAT dapat diisi dengan angka dan satuan K/M/G<br />
-nousb<br />
Sesuai dengan namanya parameter ini akan mendisable USB. Format<br />
parameter ini adalah :<br />
nousb<br />
-ramdisk_size<br />
Mengatur ukuran RAM disk. Format parameter ini adalah :<br />
ramdisk_size=<br />
FORMAT dapat diisi dengan angka dalam satuan KB<br />
-root<br />
Parameter ini berfungsi untuk menentukan root filesistem. Format<br />
parameter ini adalah :<br />
root=<br />
FORMAT dapat diisi dengan lokasi partisi root filesistem<br />
-S<br />
Menjalankan init dalam modus single. Format parameter ini adalah :<br />
S</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newbie2571.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newbie2571.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=115&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newbie2571.wordpress.com/2008/11/01/parameter-kernel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca0ae3160e37997c5d22d7664230433?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">newbie2571</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Subnetting</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/31/subnetting/</link>
		<comments>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/31/subnetting/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 03:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newbie2571</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newbie2571.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Konsep Subnetting Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab&#8230;. yaitu dengan&#8230; analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto. Ketika rumah di wilayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=65&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep Subnetting</p>
<p>Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab&#8230;. yaitu dengan&#8230;<br />
analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.<br />
<span id="more-65"></span><br />
Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:</p>
<p>Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.</p>
<p>Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.</p>
<p>Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang ditampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:</p>
<p>Class A :</p>
<p>Network id : 0xxx xxxx</p>
<p>Host Id ( 24 bit ) : xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx</p>
<p>Class B :</p>
<p>Network Id : 10xx xxxx xxxx xxxx</p>
<p>Host Id ( 16 bit ) : xxxx xxxx xxxx xxxx</p>
<p>Class C :</p>
<p>Network Id : 110x xxxx xxxx xxxx xxxx xxxx</p>
<p>Host Id ( 8 bit ) : xxxx xxxx</p>
<p>Dengan demikian untuk menentukan class A, B, atau C, cukup dilihat dari angka 8 bit pertama.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>10.123.7.15 Class A</p>
<p>190.24.43.20 Class B</p>
<p>202.159.23.10 Class C</p>
<p>Alamat Broadcast</p>
<p>Sebuah Address khusus didefinisikan dalam TCP/IP sebagai alamat BroadCast, yaitu alamat yang dapat dikirim kesemua jaringan sebagai upaya broadcasting.</p>
<p>Broadcasting IP diperlukan untuk :</p>
<p>• Memberikan informasi kepada jaringan, bahwa layanan tertentu exist.</p>
<p>• Mencari informasi dijaringan</p>
<p>Subnet Mask</p>
<p>Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal sebagai subnet mask atau address mask. Nilai subnet mask memisahkan network id dengan host id.</p>
<p>Dapat dilihat pada tabel dibawah ini :</p>
<p>Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Untuk jaringan non local berarti harus mentransmisi paket data melalui sebuah router. Dengan demikian diperlukan address mask untuk menyaring ( filter ) IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.</p>
<p>TCP/IP</p>
<p>Sebelum TCP/IP digunakan, tentukan lebih dahulu IP-address dan subnet yang akan digunakan. Jika pada suatu jaringan disertakan dengan IP-address yang berbeda jaringan, maka komputer tersebut tidak dapat berkomunikasi dengan jaringan yang sudah ada. Untuk menghubungkan 2 jaringan yang berbeda inilah dibutuhkan alat bantu yang disebut dengan ROUTER. Router dapat berbentuk mesin Windows NT, UNIX, atau real router seperti CISCO. Router ini mempunyai 2 IP yang berbeda atau lebih, sesuai dengan jaringan yang dihubungkannya. Router pada konfigurasi TCP/IP disebut sebagai GATEWAY, yaitu pintu untuk mencapai jaringan diluar jaringan local.</p>
<p>Static Routing</p>
<p>Proses Routing</p>
<p>Paket data yang akan dikirim dari satu jaringan kejaringan lainnya dilakukan dengan proses ROUTING.</p>
<p>Routing selain bertugas menyampaikan paket data dari satu jaringan kejaringan lainnya, Routing juga memilih “ jalan terdekat “ untuk mencapai suatu tujuan. Komponen untuk melakukan Routing ini disebut dengan ROUTER.</p>
<p>Static Routing VS Dynamic Routing</p>
<p>Router yang mempunyai table routing yang dikelola secara manual disebut static router. Table tersebut berisi daftar jaringan yang dapat dicapai oleh router tersebut. Static router dapat mempelajari jaringan yang berada disekelilingnya secara terbatas (bila hanya 2 jaringan ), tapi bila terdapat banyak jaringan, maka administrator harus mengelola table routing tersebut secara cermat. Dynamic routing adalah fungsi dari routing protocol yang berkomunikasi dengan router lainnya untuk dapat saling meremajakan ( update ) table routing yang ada. Dengan demikian, administrator tidak perlu melakukan updating jalur (path). Dynamic routing umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang besar dan kompleks. Beberapa protocol yang digunakan dalam dynamic routing antara lain RIP ( routing Information Protokol ) dan OSPF ( Open Shortest path First )</p>
<p>Konfigurasi Static Routing</p>
<p>Pada komputer yang berfungsi sebagai router, dibangun table routing dengan instruksi route. Untuk mendaftarkan jaringan pada table routing diperlukan syntax seperti :</p>
<p>Route add [ jaringan ] mask [ subnet-mask ] [ gateway ]</p>
<p>Route delete [ jaringan ] [ gateway ]</p>
<p>Route change [ jaringan ] [ gateway ]</p>
<p>Route print</p>
<p>Route –f</p>
<p>Penghitungan Subnetting</p>
<p>Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.</p>
<p>Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0.</p>
<p>Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:</p>
<p>11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).</p>
<p>Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:</p>
<p>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C</p>
<p>Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?</p>
<p>Analisa:</p>
<p>192.168.1.0 berarti kelas C</p>
<p>dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).</p>
<p>Penghitungan:</p>
<p>Seperti sudah disebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:</p>
<p>Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet.</p>
<p>Jumlah Host per Subnet = 2^y &#8211; 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 &#8211; 2 = 62 host.</p>
<p>Blok Subnet = 256 &#8211; 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.</p>
<p>Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.</p>
<p>Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:</p>
<p>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B</p>
<p>Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:</p>
<p>Image:Subnet11.jpg</p>
<p>kita coba satu soal untuk Class B dengan network address 172.16.0.0/18.</p>
<p>Analisa:</p>
<p>172.16.0.0 berarti kelas B,</p>
<p>dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).</p>
<p>Penghitungan:</p>
<p>Jumlah Subnet = 2^x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 2^2 = 4 subnet</p>
<p>Jumlah Host per Subnet = 2^y &#8211; 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^14 &#8211; 2 = 16.382 host</p>
<p>Blok Subnet = 256 &#8211; 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.</p>
<p>Alamat host dan broadcast yang valid?</p>
<p>Masih bingung? Ok kita coba satu lagi untuk Class B.Bagaimana dengan network address 172.16.0.0/25.</p>
<p>Analisa:</p>
<p>172.16.0.0 berarti kelas B,</p>
<p>dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).</p>
<p>Penghitungan:</p>
<p>Jumlah Subnet = 2^9 = 512 subnet</p>
<p>Jumlah Host per Subnet = 2^7 &#8211; 2 = 126 host</p>
<p>Blok Subnet = 256 &#8211; 128 = 128.</p>
<p>Alamat host dan broadcast yang valid?</p>
<p>Image:Subnet13.jpg</p>
<p>SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A</p>
<p>Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.</p>
<p>Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.</p>
<p>Analisa:</p>
<p>10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16</p>
<p>berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).</p>
<p>Penghitungan:</p>
<p>Jumlah Subnet = 2^8 = 256 subnet</p>
<p>Jumlah Host per Subnet = 2^16 &#8211; 2 = 65534 host</p>
<p>Blok Subnet = 256 &#8211; 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newbie2571.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newbie2571.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=65&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/31/subnetting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca0ae3160e37997c5d22d7664230433?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">newbie2571</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan apakah GRUB itu ???</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/20/makanan-apakah-grub-itu/</link>
		<comments>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/20/makanan-apakah-grub-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 04:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newbie2571</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newbie2571.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[GRUB (Grand Unified Boot Loader) adalah boot loader canggih yang memiliki banyak fitur yang menarik. GRUB digunakan oleh sebagian besar distro populer karena kelebihannya yang aman dan fleksibel. Sejarah GRUB GRUB berawal dari percobaan Erich Stefan Boleyn di University of Utah pada tahun 1995. Pada awalnya Erich memodifikasi boot loader GNU Hurd untuk membantu proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=52&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GRUB (Grand Unified Boot Loader) adalah boot loader canggih yang<br />
memiliki banyak fitur yang menarik. GRUB digunakan oleh sebagian besar<br />
distro populer karena kelebihannya yang aman dan fleksibel.<br />
<span id="more-52"></span><br />
Sejarah GRUB<br />
GRUB berawal dari percobaan Erich Stefan Boleyn di University of<br />
Utah pada tahun 1995. Pada awalnya Erich memodifikasi boot loader GNU<br />
Hurd untuk membantu proses boot GNU Hurd. Namun Erich merasa lebih mudah<br />
jika membuat boot loader sendiri. Dan akhirnya GRUB lahir. Erich<br />
menambahkan banyak fitur pada GRUB sampai akhirnya beliau<br />
menghentikannya karena ada prioritas yang lebih penting untuk<br />
dikerjakan. Tahun 1999 GRUB diadopsi oleh Gordon Matzigkeit dan<br />
Yoshinori K. Okuji sebagai paket GNU yang resmi. Dan semenjak itulah<br />
GRUB dikembangkan bersama-sama oleh komunitas.</p>
<p>Fitur &#8211; fitur GRUB<br />
-Mengenali Berbagai Format Executable<br />
GRUB dapat mengenali berbagai format executable. Secara umum GRUB dapat<br />
mengenali berbagai varian a.out dan ELF. Selain itu GRUB juga dapat<br />
mengenali berbagai format bawaan dari sistem operasi.<br />
-Mengenali Kernel Multiboot dan non-Multiboot<br />
GRUB dapat mengenali kernel dari sistem operasi non-Multiboot seperti<br />
Linux, Freebsd, Openbsd, Netbsd. Dan juga mendukung sistem operasi<br />
Multiboot seperti GNU Hurd. Selain itu GRUB juga mengenal sistem operasi<br />
proprietary seperti Windows dan OS/2 dengan menggunakan fungsi<br />
chain-loading.<br />
-Dapat mengaktifkan modul<br />
Khusus pada kernel multiboot. GRUB dapat mengaktifkan berbagai modul.<br />
Inilah yang menjadikan GRUB sepenuhnya mendukung fitur multiboot.<br />
-Interface yang ramah<br />
GRUB datang dengan Interface yang user-friendly. Anda cukup menekan arah<br />
atas dan bawah untuk memilih menu sistem operasi yang akan digunakan.<br />
Anda juga dapat mengganti warna menu.<br />
-Command Line yang menarik<br />
GRUB dilengkapi dengan command line yang mendukung TAB-Completion<br />
seperti di BASH. TAB-Completion dapat digunakan untuk perintah,<br />
device, file dan partisi. Fitur ini sangat menarik karena melalu<br />
command line ini anda dapat mengedit parameter kernel sebelum melakukan<br />
booting tanpa harus mengedit file konfigurasi. Fitur ini sangat luar<br />
biasa dan menjadikannya sebagai boot loader yang canggih.<br />
-Mendukung berbagai filesistem<br />
GRUB bisa mengenali berbagai filesistem dan membaca berbagai format<br />
kernel sehingga GRUB bisa membacanya seperti membaca file biasa. Hal ini<br />
bisa mencegah kegagalan waktu booting yang bisa disebabkan oleh beberapa<br />
perubahan konfigurasi boot. Filesistem yang didukung yaitu BSD FFS, DOS<br />
FAT16 dan FAT32, Minix FS, Linux ext2fs, ReiserFS, JFS, XFS dan VSTa fs.<br />
-Melakukan Dekompresi otomatis<br />
GRUB melakukan dekompresi secara otomatis terhadap kompresi gzip. Hal<br />
ini akan menguntungkan bagi device berkapasitas kecil (ruang kosong sangat<br />
sempit) seperti floppy.<br />
-Mendeteksi semua jenis RAM<br />
GRUB bisa mendeteksi semua jenis RAM dengan menggunakan teknik query<br />
BIOS.<br />
-Mendukung LBA (Logical Block Addres)<br />
Pada sistem Tradisional CHS BIOS tidak mampu mendeteksi Harddisk yang<br />
memiliki silinder di atas 1024 sehingga tidak mampu mendeteksi Harddisk<br />
yang berukuran diatas 8 GB. GRUB akan secara otomatis mengaktifkan modus<br />
LBA sehingga GRUB bisa mengakses Harddisk dengan baik.<br />
-Boot dari jaringan<br />
GRUB dapat memboot sistem operasi dari jaringan dengan menggunakan<br />
protokol trivia FTP.</p>
<p>Penamaan Device pada GRUB<br />
-GRUB akan menamai device dengan tanda kurung ( ). Contoh nama<br />
untuk floppy disk pertama adalah (fd0)<br />
-GRUB mengurutkan device dari 0 bukan dari 1. Jadi harddisk pertama<br />
dengan partisi pertama ditulis (hd0,0)<br />
-Untuk partisi extended GRUB akan mengurutkan dari angka empat. Jadi<br />
harddisk pertama partisi extended pertama ditulis dengan (hd0,4)<br />
-GRUB tidak membedakan antara SCSI dan IDE<br />
-Tanda / digunakan untuk memisahkan antara direktori dengan file. Contoh<br />
: (hd0,0)/vmlinuz</p>
<p>Struktur GRUB<br />
Struktur atau bisa disebut image GRUB dibagi menjadi 5. Yaitu stage 1,<br />
stage 2, stage 1,5, pxegrub dan nbgrub. Berikut penjalasan dari masing -<br />
masing image<br />
-stage 1<br />
stage 1 adalah image GRUB yang paling penting. Image ini mempunyai tugas<br />
untuk melanjutkan proses booting ke stage 1,5 ataupun stage 2. Image ini<br />
berukuran 512 byte dan berada di MBR atau bisa ditaruh di boot sector.<br />
Image ini tidak mengenali filesistem dan hanya mengetahui keberadaan<br />
stage 1,5 atau stage 2 (yang berada di file sistem) dalam format block<br />
list.<br />
-stage 1,5<br />
stage 1,5 adalah image GRUB yang berada diantara stage 1 dan stage 2.<br />
Sehingga stage 1 akan menjalankan stage 1,5 dan stage 1,5 menjalankan<br />
stage 2. Perbedaan stage 1,5 dengan stage 2 adalah ukuran dari stage 2<br />
cukup besar sehingga tidak dapat ditaruh di boot sector sedangkan stage<br />
1,5 bisa ditaruh didaerah boot sector. Perbedaan stage 1 dengan stage<br />
1,5 adalah stage 1 tidak dapat mengenali filesistem sedangkan stage 1,5<br />
bisa mengenali filesistem. Berikut daftar file sistem yang disupport<br />
oleh stage 1,5 :<br />
e2fs<br />
far<br />
ffs<br />
jfs<br />
minix<br />
reiserfs<br />
vstafs<br />
xfs<br />
-stage2<br />
Image ini adalah</p>
<p>Menggunakan GRUB<br />
Pastikan GRUB terinstal (sebagian kecil distro linux ada yang tidak<br />
menggunakan GRUB) lalu ketikkan perintah grub-install (device yang akan<br />
anda pasang GRUB) lalu ketikkan perintah update-grub untuk membuat file<br />
konfigurasi menu.lst</p>
<p>Konfigurasi GRUB<br />
Untuk mengatur konfigurasi GRUB kita harus mengedit file<br />
/boot/grub/menu.lst. File konfigurasi ini bisa dibagi menjadi dua yaitu<br />
umum dan menu per entry. Berikut adalah contoh file konfigurasi GRUB</p>
<p>title           Ubuntu 8.04, kernel 2.6.24-16-generic<br />
root            (hd0,6)<br />
kernel          /boot/vmlinuz-2.6.24-16-generic root=UUID=7c382ea7-77ad-43e4-9845-4dd47a388ef8 ro quiet splash<br />
initrd          /boot/initrd.img-2.6.24-16-generic<br />
quiet</p>
<p>title           Ubuntu 8.04, kernel 2.6.24-16-generic (recovery mode)<br />
root            (hd0,6)<br />
kernel          /boot/vmlinuz-2.6.24-16-generic root=UUID=7c382ea7-77ad-43e4-9845-4dd47a388ef8 ro single<br />
initrd          /boot/initrd.img-2.6.24-16-generic</p>
<p>title           Ubuntu 8.04, memtest86+<br />
root            (hd0,6)<br />
kernel          /boot/memtest86+.bin</p>
<p>Paramater &#8211; parameter GRUB<br />
GRUB adalah boot loader yang memiliki banyak perintah. Berikut adalah<br />
paramater &#8211; parameter dari GRUB :<br />
-default<br />
Parameter ini mengatur default entri (urutan) boot. Urutan menu<br />
boot akan dihitung dari angka 0. Sehingga jika kita ingin memilih<br />
menu pertama kita harus merubah nilai parameter default menjadi 0<br />
Contoh : default 0<br />
-timeout<br />
Parameter berfungsi untuk menentukan waktu (dalam satuan detik) sebelum<br />
booting ke entri default. Jika waktu sudah habis GRUB akan membuat<br />
sistem operasi default kecuali jika diinterupsi pengguna.<br />
Contoh : timeout 5<br />
-password<br />
Tambahkan parameter ini untuk mengamankan dan mencegah orang yang<br />
tak berhak mengedit GRUB anda. Password yang diberikan bisa berupa<br />
karakter biasa<br />
Contoh : password rahasia<br />
Atau anda bisa menggunakan karakter yang sudah terenkripsi<br />
Contoh : password -md5 $1$/MvDo1$Z04E<br />
-color<br />
Gunakan parameter ini untuk mempercantik GRUB. Penggunaannya seperti<br />
ini color foreground/background<br />
Contoh : color white/blue<br />
-title<br />
Parameter ini berfungsi untuk memberi nama dari sistem operasi yang akan<br />
diload<br />
-hidden menu<br />
Parameter ini digunakan untuk menyembunyikan menu GRUB saat booting.<br />
Jika Parameter ini aktif anda baru dapat menampilkan menu booting jika<br />
menekan tombol ESC.<br />
-kernel<br />
Parameter ini digunakan untuk menentukan kernel yang digunakan untuk<br />
booting dan juga untuk menentukan parameter-parameternya.<br />
-initrd<br />
Parameter ini digunakan untuk menjalankan initial ramdisk<br />
-chainloader<br />
Parameter ini berfungsi untuk chain-loading<br />
Contoh : chainloader +1<br />
-makeactive<br />
Parameter ini berguna untuk membuat partisi root active<br />
-root<br />
Parameter ini berfungsi untuk menentukan partisi root dari sistem<br />
operasi.<br />
Contoh : root (hd0,6)<br />
Sebenarnya masih banyak parameter lainnya namun pada kesempatan kali ini<br />
cukup beberapa parameter ini saja. Anda dapat melihat parameter yang lainnya<br />
dengan cara ketikkan perintah grub pada terminal setelah masuk di<br />
command line grub tekan tombol TAB untuk melihat semua parameter yang<br />
tersedia.</p>
<p>GRUBONCE<br />
Kita dapat memilih sistem operasi apa yang akan kita masuki waktu boot<br />
selanjutnya dengan menggunakan tool grubonce. ketikkan perintah grubonce<br />
lalu akan muncul daftar sistem operasi yang dikenali oleh GRUB. Lalu<br />
ketikkan perintah grubonce &lt;spasi&gt; &lt;nomor urut sistem operasi&gt;. Dengan<br />
cara ini anda tak perlu memilih secara manual menu pada waktu GRUB<br />
tampil sebelum sisten operasi dijalankan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newbie2571.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newbie2571.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=52&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/20/makanan-apakah-grub-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca0ae3160e37997c5d22d7664230433?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">newbie2571</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Kerja Monitor LCD (Liquid Cristal Display)</title>
		<link>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/14/cara-kerja-monitor-lcd-liquid-cristal-display/</link>
		<comments>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/14/cara-kerja-monitor-lcd-liquid-cristal-display/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 08:54:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newbie2571</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://newbie2571.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Secara Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Lalu bagaimana caranya LCD bisa menampilkan banyak warna ? Disinilah peran dari kristal cair. Kristal cair [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=46&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara Sederhana LCD (Liquid Crystal Display) terdiri dari dua bagian utama. yaitu Backlight dan kristal cair. Backlight sendiri adalah sumber cahaya LCD yang biasanya terdiri dari 1 sampai 4 buah (berteknologi seperti) lampu neon. Lampu Backlight ini berwarna putih. Lalu bagaimana caranya LCD bisa menampilkan banyak warna ? <span id="more-46"></span> Disinilah peran dari kristal cair. Kristal cair akan menyaring cahaya backlight. Cahaya putih merupakan susunan dari beberapa ratus cahaya dengan warna yang berbeda (jika anda masih ingat Pelajaran Fisika). Beberapa ratus cahaya tersebut akan terlihat jika cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar. Warna yang akan dihasilkan tergantung pada sudut refleksi. Jadi jika beda sudut refleksi maka beda pula warna yang dihasilkan. Dengan memberikan tegangan listrik dengan nilai tertentu. Kristal cair dapat berubah sudutnya. Dan karena tugas kristal cair adalah untuk merefleksikan cahaya dari backlight maka cahaya backlight yang sebelumnya putih bisa berubah menjadi banyak warna. Kristal cair bekerja seperti tirai jendela. Jika ingin menampilkan warna putih kristal cair akan membuka selebar-lebarnya sehingga cahaya backlight yang berwarna putih akan tampil di layar. Namun Jika ingin menampilkan warna hitam. Kristal Cair akan menutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya backlight yang yang menembus (sehingga di layar akan tampil warna hitam). Jika ingin menampilkan warna lainnya tinggal atur sudut refleksi kristal cair.</p>
<p>Contrast ratio Contrast Ratio adalah perbandingan tingkat terang (brightness) pada posisi paling putih dan paling hitam. Pada waktu kristal cair menutup serapat-rapatnya untuk menghasilkan warna hitam seharusnya tidak ada cahaya backlight yang menembusnya. Namun kenyataannya masih ada cahaya backlight yang bisa menembus kristal cair sehingga tidak bisa menampilkan warna hitam dengan baik. Inilah salah satu kekurangan LCD. Jadi semakin besar Contrast Ratio maka semakin bagus pula LCD dalam menampilkan warna. cara paling mudah untuk<br />
mengetahui seberapa bagus Contrast Ratio LCD adalah dengan menampilkan warna hitam di layar. Jika warna hitam tersebut cenderung abu-abu maka masih ada sedikit cahaya backlight yang berhasil menembus kristal cair.</p>
<p>Response Time Kristal cair pada LCD bekerja dengan cara membuka dan menutup layaknya tirai. Proses buka tutup ini berlangsung sangat cepat (mengikuti pergerakan gambar di layar). Karena itulah ada istilah Response Time di LCD. Response Time adalah waktu yang diperlukan untuk berubah dari posisi kristal cair tertutup rapat (waktu menampilkan warna hitam) ke posisi kristal cair terbuka lebar (waktu menampilkan warna putih). Jadi semakin cepat response time maka semakin baik. Response Time yang lambat akan menimbulkan cacat gambar yang disebut ghosting atau jejak gambar. Biasanya pada objek yang bergerak cepat dan menimbulkan jejak gambar seperti beberapa bujur sangkar yang terlihat seperti persegi.</p>
<p>Sudut Pandang (Viewing Angle) Monitor LCD memiliki sudut pandang yang terbatas jika dibandingkan dengan monitor CRT. Gambar objek pada monitor CRT bisa dilihat dengan jelas dari sudut 180 derajat sekalipun. Namun tidak dengan monitor LCD. Jika pandangan kita sedikit bergeser dari LCD maka gambar objek akan terlihat lebih gelap atau lebih terang. Jika anda seorang yang butuh privasi maka hal ini tidak menjadi masalah karena orang disamping anda tidak dapat melihat apa yang ada di monitor anda dengan mudah. Akan tetapi jika anda ingin melihat film bersama-sama dengan teman-teman tentu hal ini akan menjadi masalah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/newbie2571.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/newbie2571.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=newbie2571.wordpress.com&amp;blog=4344591&amp;post=46&amp;subd=newbie2571&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://newbie2571.wordpress.com/2008/10/14/cara-kerja-monitor-lcd-liquid-cristal-display/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dca0ae3160e37997c5d22d7664230433?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">newbie2571</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
