Physics Processing Unit (PPU)
November 1, 2008 at 8:34 pm Tinggalkan komentar
Perkembangan teknologi semakin maju. Demikian pula untuk GAME, Grafik
game sekarang sudah hampir realistis. Dan gameplaynya juga semakin
menarik. Namun bila anda perhatikan baik – baik terkadang ada
kejanggalan seperti gerak antar tokoh yang seperti hendak bertabrakan
atau kejadian seperti pengulangan dari kejadian – kejadian sebelumnya
sehingga mengurangi efek realistis dari game tersebut. Hal ini
dikarenakan tidak adanya efek physics.
Physics
Kata Physics atau fisika (dalam bahasa Indonesia) berarti perilaku
benda. Di dunia game kata physic juga dapat diartikan perilaku obyek
dalam game bisa sesuai dengan gerak fisika didunia nyata. Setiap hari
kita mengalami hukum fisika. Sebagai contoh bila suatu bola tenis
membentur tembok maka bola itu dapat memantul kembali. Namun didunia
game hal tersebut tidak bisa diaplikasikan dengan mudah karena banyak
variabel yang dihitung seperti kita harus mengkalkulasi berat bola,
kelenturan bola, sampai karakteristik tembok. Dan itu baru satu
kejadian, coba bayangkan jika kalkulasi dalam game yang melibatkan
ribuan atau mungkin jutaan kejadian. Tapi itu bisa diatasi dengan game
engine yang berbasis alogaritma fisika. Game engine adalah software yang
bertindak sebagai mesin yang memproses game. Didalamnya ada kumpulan
script yang memudahkan proses render atau perhitungan – perhitungan
lainnya. jadi developer game tinggal memasukkan variabel – variabel yang
diinginkan seperti kecepatan bola, kelenturan bola dan karakteristik
tembok sehingga nantinya game engine ini akan memproses dan menampilkan
hasil perhitungan. Dengan cara ini developer game tidak perlu
dipusingkan dengan kerumitan perhitungan gerak fisika.
Masalah Alogaritma Fisika
Namun jika game engine sudah dibuat siapa yang akan memprosesnya secara
hardware ? Perhitungan fisika biasanya diproses oleh prosesor. Tapi
jika prosesor disuruh untuk menghitung perhitungan fisika dengan
tingkat kerumitan yang tinggi di sepanjang game maka prosesor paling
cepat pun tak sanggup. Maka dari itulah biasanya developer game jarang
menggunakan alogaritma fisika. Kalaupun ada yang menggunakan alogaritma
fisika biasanya tidak terlalu banyak sehingga prosesor masih bisa
memprosesnya. Tentu saja hal ini mengakibatkan efek realistis menjadi
berkurang. Sampai Ageia (sebuah perusahaan kecil di Toronto) menawarkan
konsep yang revolusioner.
Solusi Ageia
Ageia menawarkan solusi yang menarik untuk mengatasi masalah perhitungan
alogaritma fisika. Solusinya adalah membuat sebuah Physics Prosesor yang
diberi nama PPU (Physics Processing Unit). Dahulu prosesor sangat lambat
dalam merender game 3D secara real-time sehingga GPU (Graphics
Processing Unit) dibuat untuk mengatasi masalah ini. PPU (Physics
Processing Unit) mengikuti jejak yang sama. Jadi PPU (Physics Processing
Unit) akan memproses perhitungan fisika secara real time yang sulit
diproses oleh prosesor. Kombinasi dari prosesor, GPU dan PPU akan
menciptkan pengalaman gaming yang luar biasa. Jadi Prosesor nantinya
akan berfungsi sebagai pengatur sedangkan GPU akan merender grafik dan
PPU akan menghitung alogaritma fisika. Jika ini diterapkan maka kita
akan mendapat suatu game yang sangat nyata dan bukan pengulangan gambar
seperti yang sering kita lihat. Sebagai contoh kita bisa mematahkan
batang pohon dan menggunakannya sebagai senjata. Tentunya hal ini
berbeda dengan game sekarang. Dimana obyeknya terbatas pada
prascriptnya. Sehingga kita tidak bisa secara leluasa memanfaatkan obyek
tersebut.
Entry filed under: Hardware. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed